Tentang rasa…

Dan malam ini pun, kembali kutuliskan sebuah rasa.. masih dengan airmata yang tak kunjung berhenti membasahi mataku dan pipiku. Entah sampai kapan airmataku ini berhenti.

Ketika kita membiarkan seseorang untuk masuk ke dunia kita, untuk masuk ke kehidupan kita.. memang kita harus selalu siap dengan segalanya.. siap kalau suatu saat kita akan kehilangan seseorang itu. Entah itu keluarga, sahabat, pacar, teman, atau siapapun.

Kutuliskan rasa yang kurasakan saat ini.. rasa kehilangan, rasa sedih, rasa sakit, rasa marah, rasa kecewa.. semua ini aku rasakan saat aku kehilangan seseorang itu. Seseorang yang pernah membuat ku tersenyum, tertawa, marah, cemas, sedih, bahagia, semua rasa pernah kurasakan saat bersamanya.

Aku pernah berfikir, aq merasa menyesal bertemu dengannya. Tapi ketika aku berfikir kembali, harusnya aku tidak pernah merasa menyesal bertemu dengannya. Karena bertemu dengannya mengajarkanku pada banyak hal. Meski berakhir dengan pahit dan penuh kekecewaan.

Aku tak habis pikir apa yang ada di fikirannya saat dia melakukan hal yang mengecewakanku itu? Dengan alasan apapun, sejujurnya hal yang dia lakukan sangat salah dan tidak punya hati. Kenapa harus dengan cara seperti itu? Yah.. mungkin saat itu dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Aku tidak akan menyalahkan hal itu. Karena dia memiliki hidupnya sendiri. Dia yang memilih jalan hidupnya sendiri. Dia sudah dewasa, sudah tau mana yang baik mana yang tidak.

Aku pun tak habis pikir dengan si wanita. Aku tidak pernah menyalahkan dia, meski dia selalu membuatku menjadi pihak yang salah dan layak mendapatkan semua ini karena kelakuanku. Karena dia tidak tahu persoalan yang sebenarnya. Dia hanya orang luar yang “kebetulan” saja. Tapi sebagai seorang wanita apakah dia tidak punya perasaan? Bagaimana kalo dia diposisi ku? Yah.. mungkin saat itu dia juga hanya memikirkan perasaannya sendiri.

Seseorang itu selalu bilang.. kita bertemu dengan cara yang baik, berpisah juga.. kadang aku tak habis pikir dengan “kata-kata” dia. “Berpisah juga??”.. lantas apa ini yang sudah dia lakukan padaku? Inikah cara baik-baik itu?

Manusia selalu merasa apa yang dilakukan baik menurutnya tapi belum tentu baik menurut orang lain. Ketika kau melakukan sesuatu, tak cukup kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Karena apa yang kau lakukan akan berpengaruh pada sekelilingmu. Tak cukup kau hanya memikirkan jangka pendek, pikirkanlah untuk jangka panjang. Bibit bobot bebet.. semuanya.. pikirkan dengan kepala dingin tanpa emosi, tanpa rasa kesal, kecewa.

Ketika dia memberiku 1000 alasan untuk menangis, keluarga dan sahabat-sahabatku memberikan “tak hingga” alasan untukku tersenyum..

Dan kututup tulisanku ini dengan sebuah senyuman.. terimakasih sudah singgah dihatiku.. terimakasih untuk rasa sakit, kecewa yang kau berikan..  :)

Advertisement

~ by Princess NiLa on September 28, 2010.

4 Responses to “Tentang rasa…”

  1. tetaplah tersenyum.. :D

  2. semangat pon! markicaker, mari kita cari kerja \m/
    spertinya saya OOT :D

    • hwakakakak.. OOT lo tantttt.. :) )
      btw iya tu bener.. mari bersemangat mencari calon suami.. lhohhhhh?? :) )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.